BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perubahan iklim yang sering berubah akhir-akhir ini merupakan salah satu dampak dari Pemanasan Global atau yang biasa disebut dengan “ Global Warming “. Salah satu contoh Pemanasan global ditandai dengan naiknya suhu temperatur di permukaan bumi, akibatnya udara di permukaan bumi naik. Semakin tahun udara yang ada di bumi semakin panas.
Pemanasan global adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan Bumi.Temperatur rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan temperatur permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100. Meningkatnya temperatur global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya muka air laut, meningkatnya intensitas kejadian cuaca yang ekstrim, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser dan punahnya berbagai jenis hewan.
Pemanasan global merupakan suatu masalah yang besar bagi kelangsungan hidup makhluk hidup di muka bumi. Namun, masih banyak orang yang masih belum mengetahui dampak yang besar dari Pemanasan Global salah satunya dari bidang kesehatan yang menganancam kelangsungan hidup manusia, hewan ataupun tumbuhan apabila tidak segera ditanggulangi untuk mencegah berkembangnya pemanasan global tersebut.
1.2 Identifikasi Masalah
Pemanasan Global atau Global Warming yang terjadi pada beberapa tahun belakangan ini terjadi akibat ulah tangan manusia sendiri yang tidak menjaga lingkunagan dengan baik. Sebagai contoh adanya penebangan liar yang membuat hutan gundul, asap – asap knalpot, bahkan efek dari rumah kaca yang mengakibatkan menipisnya lapizan ozon yang melindungi kita dari pancaran langsung sinar matahari. Akibatnya banyak penyakit yang timbul akibat udara yang tidak lagi sehat, dan masih banyak lagi bahaya penyakit yang ditimbulkan oleh pemanasan global.
1.3 Pembatasan Masalah
Dalam penulisan ini hanya akan membahas seputar Pengaruh Pemanasan Global terhadap Kesehatan.
1.4 Perumusan Masalah
dalam penulisan ini akan membahas mengenai :
1. Apa yang dimaksud dengan Pemanasan Global ?
2. Apa penyebab dan dampak Pemanasan Global terhadap kesehatan ?
3. Bagaimana cara penanggulanagan Pemanasan Global ?
1.5 Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan ini adalah :
1. Untuk mengetahui bahaya apa saja yang ditimbulkan Pemanasan global terhadap Kesehatan.
2. Untuk mengetahui bagaimana cara menanggulangi bahaya yang diakibatkan oleh Pemanasan Global.
1.6 Manfaat Penulisan
Semoga penulisan ini diharapkan dapat bermanfaat agar :
Mahasiswa dan Masyarakat, sebagai acuan dalam memberikan pemahaman mengenai Pemanasan Global dan Bahaya yang timbul akibat Pemanasan global terutama pada Kesehatan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pemanasan Global
Pemanasan global / Global warming adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan Bumi.Temperatur rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.18 °C selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia melalui efek rumah kaca.
Meningkatnya temperatur global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya muka air laut, meningkatnya intensitas kejadian cuaca yang ekstrim, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser dan punahnya berbagai jenis hewan. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.
2.2. Penyebab Pemanasan global
Pemanasan Global, terjadi karena meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi, hal ini disebabkan karena :
• Karena bumi menyerap lebih banyak energi matahari, daripada yang dilepas
kembali ke atmosfer (ruang angkasa).
• Menyebabkan terjadinya peningkatan emisi gas.
• Menimbulkan peningkatan panas bumi dan pencairan kutub es
• Pemicu utamanya adalah meningkatnya emisi karbon, akibat penggunaan
energi fosil (bahan bakar minyak, batubara dan sejenisnya)
• Penghasil terbesar emisi zat karbon adalah adalah negeri-negeri industri, hal
ini dikarenakan pola konsumsi dan gaya hidup masyarakat negera-negara
utara yang 10 kali lipat lebih tinggi dari penduduk negara selatan.
Pemanasan Global merupakan peningkatan secara gradual dari suhu permukaan bumi yang sebagian disebabkan oleh emisi dari zat-zat pencemar seperti karbondioksida (CO2), metan (CH4), dan oksida nitrat (N2O). karbondioksida dan zat pencemar berkumpul diatmosfermembentuk lapisan yang tebal menghalangi panas matahari dan menyebabkan pemanasan planet dengan efek gas rumah kaca. Pemanasan Global merupakan fenomena yang kompleks, dan dampak sepenuhnya sangat sulit diprediksi.
Berikut adalah contoh-contoh akibat Pemanasan Global yang terjadi di permukaan bumi :
• Peningkatan permukaan laut yang disebabkan oleh mencairnya gunung es akan menimbulkan banjir disekitar pantai.
• Naiknya temperatur permukaan air laut akan menjadi pemicu terjadinya badai terutama dibagian tenggara atlantik.
• Rusaknya habitat seperti barisan batu karang dan pegunungan alpen dapat menyebabkan hilangnya berbagai hayati diwilayah tersebut baru-baru ini. Satu institusi yang memfokuskan diri dalam penelitian dan mitigasi perubahan iklim menyebutkan bahwa suhu permukaan bumi sebagian besar wilayah Indonesia telah meningkat antara 0.5-1 derajat Celcius dibandingkan pada temperature rata-rata antara tahun 1951-1980, peningkatan ini terutama disebabkan oleh peningkatan gas rumah kaca.
2.3. Dampak Pemanasan Global Terhadap Kesehatan
• Perubahan cuaca dan lautan dapat berupa peningkatan temperatur secara global (panas) yang dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian, terutama pada orang tua, anak-anak dan penyakit kronis. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.
• Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Mengapa hal ini bisa terjadi? Kita ambil contoh meningkatnya kejadian Demam Berdarah. Nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit ini memiliki pola hidup dan berkembang biak pada daerah panas. Hal itulah yang menyebabkan penyakit ini banyak berkembang di daerah perkotaan yang panas dibandingkan dengan daerah pegunungan yang dingin. Namun dengan terjadinya Global Warming, dimana terjadi pemanasan secara global, maka daerah pegunungan pun mulai meningkat suhunya sehingga memberikan ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak.
• Degradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain.
2.4 Cara Penanggulangan Pemanasan global
1. Membatasi emisi CO2
Tehnik yang efektif untuk membatasi emisi karbon ada dua yakni mengganti energi minyak dengan sumber energi lainnya yang tidak mengemisikan karbon dan yang kedua penggunaan energi minyak sehemat mungkin.
Energi alternatif yang dapat digunakan diantaranya angin, sinar matahari, energi nuklir, dan panas bumi. Kincir angin dapt merubah energi angin menjadi energi listrik. Sinar matahari juga dapat dirubah menjadi energi listrik atau sumber panas yang bisa dimanfaatkan seperti pemanas air, kompor matahari, dll. Energi panas bumi bisa dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik. Sumber energi alternatif memang lebih mahal dibanding energi minyak namun penelitian lebih lanjut akan membantu untuk lebih menekan biaya.
2. Penggunaan minyak bumi secara efisien
Emisi CO2 dapat dikurangi jika mobil-mobil bisa lebih hemat bahan bakar. Para ilmuwan dan insinyur telah bekerja untuk menciptakan mesin yang hemat bahan bakar. Penemuan-penemuan telah mengembangkan alat untuk menggantikan mesin pembakaran atau menggunakan mesin yang lebih kecil. Sebuah mobil dengan tenaga batery listrik telah memasuki pasar, tetapi masih dilengkapi dengan mesin kecil berbahan bakar minyak. Bahan bakar sel yakni sebuah alat yang mampu merubah energi kimia menjadi energi listrik bisa dikembangkan untuk mobil-mobil di masa depan. Menyembunyikan karbon dapt dilakukan dengan dua cara:
1. Di bawah tanah atau penyimpanan air tanah
Bawah tanah atau air bawah tanah bisa digunakan untuk menyuntikkan emisi CO2 ke dalam lapisan bumi atau ke dalam lautan. Lapisan bumi yang dapat digunakan adalah penyimpanan alami minyak dan gas bumi di tambang-tambang minyak. Dengan memompakan Co2 kedalam tempat-tempat penyimpanan minyak di perut bumi akan membantu mempermudah pengambilan minyak atau gas yang masih tersisa. Hal ini bisa menutupi biaya penyembunyian karbon. Lapisan garam dan batubara yang dalam juga bisa menyembunyikan karbon dioksida.
Lautan juga dapat menyimpan banyak karbon dioksida, tetapi para ilmuwan belum dapat menetapkan pengaruhnya terhapad lingkungan hidup di dalam laut.
2. Penyimpanan di dalam tanaman hidup
Tumbuhan hijau menyerap Co2 dari udara untuk tumbuh. Kombinasi karbon dari CO2 dengan hidrogen diperlukan untuk membentuk gula sederhana yang disimpan di dalam jaringan. Setelah tanaman mati maka tubuhnya akan terurai dan melepaskan CO2. Ekosistem dengan tumbuh-tumbuhan yang berlimpah seperti hutan atau perkebunan dapat menahan lebih banyak karbon, tetapi generasi manusia yang akan datang harus tetap menjaga ekosistem agar tetap utuh, jika tidak maka karbon yang disimpan dalam tanaman akan lepas kembali ke atmosfer.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
• Pemanasan global / Global warming adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan Bumi.Temperatur rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.18 °C selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia melalui efek rumah kaca.
• Pemanasan Global terjadi karena naiknya suhu rata-rata di permukaan bumi. Pemanasan Global merupakan peningkatan secara gradualdari suhu permukaan bumi yang sebagian disebabkan oleh emisi dari zat-zat pencemar seperti karbondioksida (CO2), metan (CH4), dan oksida nitrat (N2O). dampak dari pemanasan Global ini pada kesehatan adalah Perubahan cuaca dan lautan,dapat berupa peningkatan temperatur secara global (panas) yang dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian, Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Degradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik.
• Cara untuk menanggulangi bahaya yang ditimbulkan dari dampak pemanasan global dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu :
1. Membatasi emisi CO2,yakni yakni mengganti energi minyak dengan sumber energi lainnya yang tidak mengemisikan karbon.
2. Penggunaan minyak bumi secara efisien.
Dengan dua cara diatas diharapkan agar pemanasan global tidak dapat berkembang dengan cepat, meskipun secara alamiah pemanasan global tidak dapat dihentikan.
3.2 Saran
Dengan mempelajari ini kita dapat mengetahui fenomena-fenomena apa saja yang terjadi akibat pemanasan global. Oleh sebab itu, kita salah satu makhluk hidup yang tinggal di bumi ini harus lebih memperhatikan keadaan lingkungan disekitar kita, dengan cara menghemat energy yang ada dan semaksimal mungkin melindungi seluruh alam di permukaan bumi ini. Bagaimanapun juga pemanasan global ini terjadi karena perbuatan kita (manusia) sendiri yang tidak menyadari dampaknya bagi kelangsungan hidiup.
DAFTAR PUSTAKA
http://one.indoskripsi.com/node/4109
http://forbetterhealth.files.wordpress.com/2009/03/global-warming.pdf
http://collegeworldbudiman.blogspot.com/2008/06/bab-i-pendahuluan-html://www.andaka.com/pengaruh-pemanasan-global-terhadap-kesehatan.php